Minggu, 27 Mei 2012

Sebuah Potret Buram Bernama Kerja Keras

Jika kalian terlalu sibuk dengan apa yang kalian lakukan, maka kalian hanya akan menjadi robot bernama manusia. Terlalu sibuk sampai-sampai lupa untuk apa sebenarnya kesibukan yang telah kalian lakukan. Terlalu sibuk sampai-sampai tak tahu tujuan hidup.Kebanyakan orang hanya menuruti persepsi masyarakat yang sudah terlalu melekat dala memori pikiran. Aku bisa memaklumi hal ini. Karena realitasnya memang demikian.Akan menjadi sangat wajar jika pendapat sekelompok orang yang mayoritas itu dianggap sebagai suatu ‘kebenaran’.Akan tetapi, cobalah melihat dengan  lebih jernih.
Apa yang dihasilkan dengan pola kerja keras yang ditawarkan sebagai ‘kebenaran’ itu? Jelas seperti yang kalian lihat di sekeliling. Kebanyakan orang disibukkan untuk mencari simbol kebahagiaan.Ironis,karena apa yang kebanyakan orang kejar hanyalah simbol belaka.Jauh dari kualitas hidup yang sebenarnya ingin dicapai. Terlebih lagi coba tengok, jika kerja keras itu merupakan cara satu-satunya untuk memperoleh kekayaan,kesuksesan, dan kebahagiaan. Tapi mengapa justru hal itu pula yang menjadi biang kejenuhan, kebosanan, stres yang teramat sangat. Kehidupan remaja kini juga terkena imbasnya. Tingkat stressbegitu tingginya.Angka kematian akibat bunuh diri meningkat tajam. Sekali lagi karena kebanyak orang gila kerja justru ia tak mendapatkan kualitas hidup yang di idam-idamkan.Tentu sudah sering bukan kita mendengar keluarga hancur gara-gara para orang tua yang gila kerja.Anak-anak terlantar,kurang kasih sayang.Merka kesepian.Pelarianya jelas,kalau tidak ke obat ya ke bawah perut hehehe...(tentu kalian sudah tahu,tak perlu aku jelaskan...ya toh...ya tohh)

0 komentar:

Posting Komentar