Jika kalian terlalu sibuk dengan apa
yang kalian lakukan, maka kalian hanya akan menjadi robot bernama manusia.
Terlalu sibuk sampai-sampai lupa untuk apa sebenarnya kesibukan yang telah
kalian lakukan. Terlalu sibuk sampai-sampai tak tahu tujuan hidup.Kebanyakan
orang hanya menuruti persepsi masyarakat yang sudah terlalu melekat dala memori
pikiran. Aku bisa memaklumi hal ini. Karena realitasnya memang demikian.Akan
menjadi sangat wajar jika pendapat sekelompok orang yang mayoritas itu dianggap
sebagai suatu ‘kebenaran’.Akan tetapi, cobalah melihat dengan lebih jernih.
Apa yang dihasilkan dengan pola kerja
keras yang ditawarkan sebagai ‘kebenaran’ itu? Jelas seperti yang kalian lihat
di sekeliling. Kebanyakan orang disibukkan untuk mencari simbol kebahagiaan.Ironis,karena
apa yang kebanyakan orang kejar hanyalah simbol belaka.Jauh dari kualitas hidup
yang sebenarnya ingin dicapai. Terlebih lagi coba tengok, jika kerja keras itu
merupakan cara satu-satunya untuk memperoleh kekayaan,kesuksesan, dan kebahagiaan.
Tapi mengapa justru hal itu pula yang menjadi biang kejenuhan, kebosanan, stres
yang teramat sangat. Kehidupan remaja kini juga terkena imbasnya. Tingkat
stressbegitu tingginya.Angka kematian akibat bunuh diri meningkat tajam. Sekali
lagi karena kebanyak orang gila kerja justru ia tak mendapatkan kualitas hidup
yang di idam-idamkan.Tentu sudah sering bukan kita mendengar keluarga hancur
gara-gara para orang tua yang gila kerja.Anak-anak terlantar,kurang kasih
sayang.Merka kesepian.Pelarianya jelas,kalau tidak ke obat ya ke bawah perut
hehehe...(tentu kalian sudah tahu,tak perlu aku jelaskan...ya toh...ya tohh)






0 komentar:
Posting Komentar