This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 Mei 2012

Fakta Mengenai Kepastian (renungan)

Memang manusia selalu menginginkan kepastian. Orang rala bayar 70 juta untuk sebuah status PNS.Karena kalo jadi PNS maka sudah pasti tiap bulan mendapatkan gaji. Seorang cewek butuh kepastian dari seorang cowok yang lagi PDKT  dan tidak mau ‘digantung’.Yang pasti-pasti aja lahh.Tapi aku pernah menghakimi dua orang temanku(namanya rahasia..hehe)yang sedang makan bareng kebetulan denganku. Taruhlah namanya Rama dan Sinta.Mereka sudah cukup lama berpacaran. Iseng-iseng aku tanya pada Shinta:
“Hai sin,jika nanti saat umurmu sudah pantas untuk menikah.Sedangkan Rama ini masih nggak jelas dalam arti masih nganggur.Lontang-lantung belum punya kerjaan.Terus ortumu ‘memaksa’ untuk cepat-cepat nikah,karena ternyata ada laki-laki yang sudah mapan,ganteng, pokoknya ideal lah dan dia suka kamu.Maka pilihanmu gimana?Menerima lelaki itu atau tetap dengan si Rama.(aku sengaja memojokan dia dengan imajinasi analog yang mematikan).
Ia menjawab dengan alasan mengikuti ortunya dan jawaban itu begitu semangat. Mungkin dalam hatinya ia berkata: “Kalau ada yang lebih baik dan lebih pasti kenapa tidak”. (inilah sifat dasar manusia, mencari kesenangan dan menjauhi penderitaan...hmm ya sudah lah...hehe..kaya judul laguku...ups promo).
Ya okelah kalo begitu..aku bertanya lagi:
“Sekarang keadaan aku balik, Jika suatu saat ada seorang gadis yang sangat cantik, anak tunggal dari keluarga berada dan sudah sangat akrab dengan keluarga Rama.Lalu kondisi keluargamu sedang kekurangan,sedangkan keluarga Rama sudah ingin segera menikahkan Rama dengan gadis itu.Di tambah lagi ternyata gadis itu juga sangat mencintai Rama.Bagaimana perasaanmu jika jawaban Rama ternyata sama seperti jawabanmu?”
Sinta pun terdiam.Tampak raut wajahnya yang kaget setelah kuserang dengan pertanyaan imajinasiku yg benar-benar mematikan...Coba kalian rasakan....hmm...!!!

Sebuah Potret Buram Bernama Kerja Keras

Jika kalian terlalu sibuk dengan apa yang kalian lakukan, maka kalian hanya akan menjadi robot bernama manusia. Terlalu sibuk sampai-sampai lupa untuk apa sebenarnya kesibukan yang telah kalian lakukan. Terlalu sibuk sampai-sampai tak tahu tujuan hidup.Kebanyakan orang hanya menuruti persepsi masyarakat yang sudah terlalu melekat dala memori pikiran. Aku bisa memaklumi hal ini. Karena realitasnya memang demikian.Akan menjadi sangat wajar jika pendapat sekelompok orang yang mayoritas itu dianggap sebagai suatu ‘kebenaran’.Akan tetapi, cobalah melihat dengan  lebih jernih.
Apa yang dihasilkan dengan pola kerja keras yang ditawarkan sebagai ‘kebenaran’ itu? Jelas seperti yang kalian lihat di sekeliling. Kebanyakan orang disibukkan untuk mencari simbol kebahagiaan.Ironis,karena apa yang kebanyakan orang kejar hanyalah simbol belaka.Jauh dari kualitas hidup yang sebenarnya ingin dicapai. Terlebih lagi coba tengok, jika kerja keras itu merupakan cara satu-satunya untuk memperoleh kekayaan,kesuksesan, dan kebahagiaan. Tapi mengapa justru hal itu pula yang menjadi biang kejenuhan, kebosanan, stres yang teramat sangat. Kehidupan remaja kini juga terkena imbasnya. Tingkat stressbegitu tingginya.Angka kematian akibat bunuh diri meningkat tajam. Sekali lagi karena kebanyak orang gila kerja justru ia tak mendapatkan kualitas hidup yang di idam-idamkan.Tentu sudah sering bukan kita mendengar keluarga hancur gara-gara para orang tua yang gila kerja.Anak-anak terlantar,kurang kasih sayang.Merka kesepian.Pelarianya jelas,kalau tidak ke obat ya ke bawah perut hehehe...(tentu kalian sudah tahu,tak perlu aku jelaskan...ya toh...ya tohh)