Jumat, 15 Juni 2012

Berdialog Dengan "SaTu DeTiK"













Pada suatu hari aku duduk
dan menghadapkan hati ini ke hadirat Allah
sambil menyesali rentangan usia yang telah kulalui.
Kupanggil satu detik dari  waktu hidupku.
Aku katakan kepadanya :
(+) Aku harap agar engkau mau kembali lagi kepadaku,
supaya aku dapat menggunakanmu untuk berbuat kebajikan.
(-) Sesungguhnya tidak ada waktu
yang sudi berkompromi untuk berhenti.
(+) Wahai detik......aku memohon,
kembalilah padaku agar aku dapat memanfaatkanmu
dan mengisi kekuranganku pada dirimu.
(-) Bagaimana aku dapat kembali kepadamu,
padahal aku telah tertutup oleh perbuatan- perbuatanmu!
(+) Coba lakukanlah hal yang mustahil itu dapat kembalilah padaku.
 Betapa banyak detik-detik selain kamu yang juga aku sia-siakan ?
(-) Seandainya kekuasaan ada di tanganku,
pastilah aku kembali kepadamu,
namun tiada kehidupan bagiku.
Dan itu terlipat oleh lembaran-lembaran amalmu
dan diserahkan kepada Allah swt.
(+) Apakah mustahil, jika engkau kembali lagi kepadaku,
padahal saat ini engkau sedang berbicara kepadaku ?
(-) Sesungguhnya detik-detik dalam kehidupan manusia,
ada yang dapat menjadi kawan setianya
dan ada kalanya ia menjadi musuh besarnya.
Aku adalah termasuk detik-detik yang menjadi musuhmu
dan yang akan menjadi saksi atas kamu di hari kiamat kelak.
Mungkinkah akan bertemu, dua orang yang saling bermusuhan ?
(+) Aduh, alangkah menyesalnya aku.
Betapa aku telah sering  menyia-nyiakan detik-detik
dalam perjalanan hidupku!
Tetapi sekali lagi aku mohon
sekiranya engkau sudi kembali kepadaku,
niscaya aku akan beramal saleh "di dalammu"
yang pernah aku tinggalkan.
Maka detik itupun terdiam,
tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Aku pun lantas memanggilnya :
(+) Wahai detik, tidakkah engkau dengar panggilanku ?
Kumohon jawablah.....
(-) Wahai orang yang lalai akan dirinya,
wahai orang yang menyia-nyiakan
waktu- waktunya...........Tahukah kamu, saat ini, demi  mengembalikan
satu detik saja, sesungguhnya kamu telah menyia-nyiakan  beberapa
detik dari umurmu. Mungkinkah engkau dapat mengembalikan mereka
 pula ? Namun aku hanya dapat berpesan kepadamu, "Sesungguhnya 
segala  perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk".
Maka, wahai sahabatku bersegeralah......, beramallah,
bersungguh-sungguhlah, bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau
 berada. Ikutilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik, niscaya
 perbuatan baik itu akan menghapusnya, dan bergaullah dengan sesama manusia
dengan budi pekerti yang luhur.

0 komentar:

Posting Komentar